Na Willa: Adaptasi Novel ke Layar Lebar
Visinema Pictures mengangkat novel Na Willa ke layar lebar.
Selain itu, tim produksi menghadirkan cerita dengan pendekatan visual yang lebih hidup.
Novel tersebut pertama kali terbit pada 2012 dan langsung menarik perhatian pembaca.
Kreator Jumbo Pimpin Proyek Na Willa
Ryan Adriandhy menyutradarai sekaligus menulis naskah film ini.
Sebelumnya, ia sukses lewat film animasi Jumbo.
Karena itu, Visinema mempercayakan proyek ini kepadanya.
Ryan juga memilih cerita ini karena kedekatan emosional yang kuat.
Sudut Pandang Anak Jadi Kekuatan Utama
Reda Gaudiamo menulis kisah dengan sudut pandang anak.
Cerita berlatar di Surabaya pada era 1960-an.
Selain itu, karakter utama melihat dunia dengan rasa ingin tahu.
Ia juga menghadapi berbagai situasi dengan keberanian.
Live Action Na Willa Hadirkan Nuansa Nyata
Ryan memilih format live action untuk memperkuat cerita.
Dengan demikian, film terasa lebih realistis dan emosional.
Selain itu, latar waktu lama bisa tampil lebih autentik.
Pendekatan ini membantu penonton merasakan suasana masa lalu.
Pendekatan Visual Lebih Imersif
Produser Anggia Kharisma ingin menghadirkan pengalaman berbeda.
Oleh karena itu, tim fokus pada detail visual dan emosi cerita.
Penonton diharapkan lebih mudah masuk ke dunia anak.
Selain itu, film ini membawa suasana yang jarang muncul di layar Indonesia.
Penulis Sambut Adaptasi dengan Hangat
Reda Gaudiamo menyambut proyek ini dengan rasa haru.
Ia merasa tim produksi memahami esensi cerita.
Selain itu, ia percaya film ini akan menjangkau lebih banyak penonton.
Harapan tersebut muncul karena kecintaan tim terhadap karya ini.
Jadwal Produksi dan Pemeran
Proses syuting dimulai pada November 2025.
Selanjutnya, film menargetkan rilis saat musim liburan keluarga.
Luisa Adreena memerankan tokoh utama.
Selain itu, Irma Rihi dan Junior Liem ikut bergabung.
