Deddy Corbuzier tanggapi Timothy Ronald yang sempat viral usai menyebut orang-orang yang gemar nge-gym cenderung “otak kosong.” Reaksi dari Deddy, yang dikenal sebagai figur publik dengan gaya hidup fitness, langsung menjadi sorotan. Lewat unggahan dan komentar di media sosial, Deddy melontarkan sindiran tajam namun elegan, menekankan pentingnya berpikir sebelum berbicara di depan publik.
Timothy Ronald sendiri sebelumnya menuai kecaman karena mengeluarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah sesi podcast. Ia menyebut bahwa orang-orang yang terlalu sering pergi ke gym “biasanya tidak pintar” dan lebih fokus pada fisik ketimbang otak. Pernyataan itu dianggap merendahkan gaya hidup sehat dan menyinggung banyak pihak, termasuk Deddy.
Deddy: “Kalau Otak Kosong, Gak Bisa Buka Gym Sendiri”
Melalui Instagram Story, Deddy Corbuzier membagikan tanggapannya. Ia menulis, “Kalau otak kosong, mungkin saya gak akan bisa buka gym sendiri, ngelola podcast sendiri, dan jadi produser film juga.” Kalimat tersebut dengan cepat viral dan dianggap sebagai sindiran halus namun mengena.
Deddy memang bukan sekadar penggiat gym. Ia juga merupakan host podcast ternama, mantan mentalist, aktor, dan pengusaha. Menurut banyak netizen, Deddy adalah contoh nyata bahwa seseorang bisa bugar secara fisik sekaligus cerdas secara intelektual.
Netizen Dukung Deddy, Kritik Makin Deras ke Timothy
Reaksi netizen terhadap respons Deddy pun positif. Banyak yang memuji caranya menanggapi kontroversi dengan tenang, tanpa menyerang secara personal. Komentar seperti “Deddy tetap elegan” dan “Ini baru otak berisi dan badan isi” ramai menghiasi lini masa media sosial.
Di sisi lain, tekanan terhadap Timothy Ronald semakin besar. Meskipun ia telah mengunggah video klarifikasi dan meminta maaf, banyak yang merasa permintaan maafnya tidak cukup. Beberapa bahkan menuduhnya sekadar mencari sensasi agar viral.
Menyinggung Lebih dari Sekadar Komunitas Gym
Kontroversi pernyataan Timothy sebenarnya tidak hanya menyasar komunitas fitness. Lebih luas, pernyataan itu dianggap mencerminkan stereotip negatif terhadap orang yang fokus pada fisik, seolah-olah kecerdasan hanya bisa ditunjukkan lewat hal-hal intelektual.
Deddy Corbuzier sendiri sudah lama menjadi pendukung gaya hidup sehat yang holistik, mencakup keseimbangan antara fisik dan mental. Ia sering menekankan pentingnya disiplin, konsistensi, dan mental kuat dalam membentuk tubuh maupun mengelola karier.
Figur Publik dan Tanggung Jawab Ucapan
Kejadian ini kembali mengangkat isu penting soal tanggung jawab publik figur dalam menyampaikan opini. Di era digital, satu kalimat bisa menyebar cepat dan memicu reaksi luas. Ucapan seperti “orang gym otak kosong” bisa berdampak pada persepsi sosial, terutama bagi generasi muda.
Deddy menutup tanggapannya dengan pesan reflektif: “Kadang yang paling banyak bicara belum tentu paling banyak berpikir.
Kesimpulan
Polemik ini menjadi pengingat bagi semua pihak, terutama mereka yang punya pengaruh publik, agar berhati-hati dalam berucap.
Menghargai pilihan gaya hidup orang lain adalah bagian dari kedewasaan sosial.
